Advertisement
Advertisement

Ternyata, Tes keperawanan Masih Banyak Dilakukan

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Selasa, 22 Agustus 2017 |14:27 WIB
Ternyata, Tes keperawanan Masih Banyak Dilakukan
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
A
A
A

Para pegiat juga mengatakan para perempuan yang dipaksa menjalani tes keperawanan menjadi korban stigma sosial di masyarakat. Menurut Komnas HAM Afghanistan, perempuan yang dipaksa menjalani tes keperawanan kehilangan rasa percaya diri, jadi merasa tidak berdaya, dan tak punya harapan.

(Baca Juga: Tes Keperawanan Calon Prajurit TNI Lecehkan Perempuan)

"Karena dampak buruk ini, perempuan yang menjalani tes keperawanan kemudian sering hidup menyendiri dan oleh sebab itu kehilangan hak untuk mendapatkan pendidikan. Tes keperawanan juga berpengaruh buruk terhadap kehidupan sosialnya."

Komnas mendesak agar tes keperawanan dihapus dan dilarang serta meminta pemerintah bersama parlemen mengeluarkan undang-undang pelarangan tes keperawanan.

(Baca Juga: Mitos Selaput Dara dan Tes Keperawanan)

(Muhammad Saifullah )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement