Advertisement
Advertisement

Ternyata, Tes keperawanan Masih Banyak Dilakukan

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Selasa, 22 Agustus 2017 |14:27 WIB
Ternyata, Tes keperawanan Masih Banyak Dilakukan
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
A
A
A

Komnas HAM Afghanistan menyatakan tes tersebut -yang ditujukan untuk mengetahui apakah selaput dara masih utuh- berdampak buruk secara psikologis dan pada praktiknya tak berbeda dengan pelecehan seksual.

(Baca Juga: Menguji Keperawanan Wanita di Candi Sukuh)

"Pemaksaan tes keperawanan bertentangan dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia. Sering kali dilakukan tanpa izin dan karenanya ini adalah pelecehan seksual dan pelanggaran HAM," demikian pernyataan Komnas HAM Afghanistan.

(Baca Juga: Tes Keperawanan Polwan Rendahkan Perempuan)

Mereka mengatakan polisi di ibu kota Kabul dan kota-kota besar lain sering menahan perempuan-perempuan muda, yang ditemukan tengah berduaan dengan lelaki lain atau yang dituduh kabur dengan kekasih, lalu memaksa mereka untuk menjalani tes keperawanan yang dikatakan sangat intrusif. Polisi di Afghanistan hingga Senin (21/08) tidak bersedia memberikan komentar atas seruan Komnas HAM.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement