Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menyambangi Keraton Pajang dan Kisah Rakit Jaka Tingkir

Agregasi Solopos , Jurnalis-Selasa, 15 Agustus 2017 |18:31 WIB
Menyambangi Keraton Pajang dan Kisah Rakit Jaka Tingkir
Keraton Pajang di Sukoharjo (foto: Instagram/@nnamariyana)
A
A
A

Di petilasan itu juga terdapat kayu tua yang konon merupakan sisa rakit Joko Tingkir yang membawanya dari Tingkir menuju ke Bintoro Demak. Mengunjungi Keraton Pajang tak lengkap jika tak memahami asal usulnya.

(Baca Juga: Tak Hanya Kereta, Naik KRL di Hari Kemerdekaan RI Juga Gratis!!!)

Petilasan Keraton Pajang dirintis oleh R. Koesnadi Kusumo Hoeningrat pada Jumat, 3 Desember 1993. Pada 26 Mei 2011 Yayasan Kasultanan Keraton Pajang resmi berdiri berbarengan dengan ritual jumenengan Suradi menjadi Adipati bergelar Kanjeng Raden Adipati Suradi Joyo Negoro, setelah menjalani Ruwatan Sudamala. Kesultanan Pajang berdiri pada 1549 setelah runtuhnya Jipang Panolan.

Menurut naskah babad, Andayaningrat gugur di tangan Sunan Ngudung saat terjadinya perang antara Majapahit dan Demak. Ia kemudian digantikan oleh putranya, yang bernama Raden Kebo Kenanga, bergelar Ki Ageng Pengging. Sejak saat itu Pengging menjadi daerah bawahan Kerajaan Demak.

Beberapa tahun kemudian Ki Ageng Pengging dihukum mati karena dituduh hendak memberontak terhadap Demak. Putranya yang bergelar Jaka Tingkir setelah dewasa justru mengabdi ke Demak.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement