BANYAK yang bilang bahwa soto tangkar adalah sotonya orang Betawi. Hidangan ini memang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Pada saat itu para meneer Belanda akan mengadakan pesta dan mereka biasanya memotong sapi untuk hidangan pesta tersebut.
Setelah pesta usai, mereka akan menyisakan beberapa bagian sapi yang telah dipotong untuk diberikan kepada para pekerja, diantaranya adalah bagian kepala, serta bagian dalam perut sapi atau jeroan seperti paru-paru, usus, babat, dan juga iga.
BACA JUGA:
Bingung Cara Menyimpan Saus Tomat yang Benar? Ini Metode yang Disarankan
Ayah Muda Jadi Selebgram Berkat Foto Menggemaskan Anaknya Bersama Makanan