KETIKA mengalami perceraian, kadang-kadang sulit melihat semua hal positif yang timbul dari pernikahan yang telah habis dan dilakukan. Anda mungkin mendapati diri merajuk karena mengasihani diri sendiri terlalu banyak.
Ketika melihat gelas, bukan hanya setengah kosong, tapi mati karena kehampaan. Tapi itu tak mengapa, dikutip dari Popsugar, Jumat (11/8/2017) berikut proses kesedihan yang harus dilalui pascacerai.
Baca Juga: Menyedihkan! Setelah Kenalan, Pria Tak Pernah Menghubungi Lagi, Kira-Kira Kenapa Ya?
Sedih berlarut
Langkah terhenti itu tidak apa-apa karena sedih. Tidak apa-apa untuk bertahan dalam kesengsaraan. Entah Anda menginginkan perceraian atau tidak, ayo balik halaman dan lihat ini sebagai awal yang baru.
Merasa cemas
Apakah Anda ingat betapa baik rasanya saat memulai sesuatu yang baru? Kehidupan baru tentu membuat Anda juga merasa cemas. Tapi ada juga yang positif, berharap kegembiraan. Melalui perceraian berarti pada akhirnya, ada awal baru yang fresh. Hargai dan jalankan. Berjanji bahwa Anda akan merasakan sukacita besar dalam kehidupan baru.
Baca Juga: Lebih Dekat dengan Anak-Anak di Negara Miskin, Alicia Keys Dinobatkan Jadi Ibu Terinspiratif
Berhenti bertanya-tanya
Bila Anda berada dalam saat-saat mengambil keputusan, harus bercerai atau tidak, atau menunggu pasangan untuk bertindak pasti cerai bukan yang pertama diinginkan. Begitu keras. Sekarang waktunya sudah selesai. Keputusan telah dibuat. Tidak ada lagi, bertanya-tanya "Apakah kita masih atau tidak?" Sekarang Anda tahu hubungan sudah berakhir. Dan dengan pengetahuan berarti sedikit ketenangan pikiran dalam mengetahui apa yang terjadi.
Baca Juga: Banyak yang Salah Mengartikan 'Unconditional Love', Ini Penuturan Menurut Pakarnya!
Berjalan sendiri
Sekarang Anda akan menjadi solo dan single lagi, inilah saatnya untuk membuat pilihan. Ya, jika Anda memiliki anak-anak, Anda akan berpikir sepenuh hati tentang masa depan si kecil. Jadikan kesempatan untuk merefleksikan dan membangun siapa diri Anda.
Bernapas kembali
Jika pernikahan itu mengerikan, kasar, atau hanya beracun, sekarang Anda dapat bernafas lega dan bisa menjaga jarak dari situasi yang dibutuhkan.
Baca Juga: Pelecehan Emosional Lebih Parah Merusak Hubungan daripada Pelecehan Fisik dan Seksual!
Istirahat yang banyak, mungkin masih menyedihkan dan aneh saat menceraikan orang yang kasar atau meninggalkan pernikahan yang tidak positif. Tapi kelegaan adalah hadiah.
(Vien Dimyati)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.