FOREST bathing merupakan kegiatan dari liburan yang sebagian masyarakat masih belum mengenalnya. Pertama kali mendengar istilah tersebut mungkin Anda akan menganggap forest bathing ialah menikmati musim semi di hutan.
Kedengarannya menyenangkan, tapi forest bathing yang dimaksud sebenarnya bukan seperti itu namun shinrin-yoku lah tepatnya. Shirin-yoku adalah istilah bagi pengobatan ala Jepang yang memanfaatkan suasana hutan. Metode ini telah dikembangkan di Jepang sejak 1980an silam. Shirin-yoku merupakan perawatan kesehatan preventif dan penyembuhan dalam pengobatan Jepang, dikutip dari laman resmi Shirin-Yoku, Jumat (3/8/2017).
Saat Anda berada di hutan, berjalan-jalan diantara pepohonan tanpa gangguan atau terburu-buru dan kapan pun kegiatan itu dilakukan, jika diperbuat setidaknya selama dua jam atau bahkan lebih, maka sudah dianggap sebagai forest bathing di hutan.
Pemerintah Jepang menciptakan istilah tersebut di awal 1980, forest bathing atau Shirin-yoku bermanfaat bagi kesehatan kejiwaan dan dapat mendatangkan keuntungan bagi hutan yang ada Jepang yang dikunjungi wisatawan.
Satu studi dari para peneliti di Chiba University membandingkan hampir 300 mahasiswa yang telah berjalan-jalan di sebuah kota dan di sebuah hutan. Para mahasiswa yang berjalan-jalan di hutan dan secara tidak langsung melakukan forest bathing, memiliki konsentrasi hormon stres kortisol yang lebih rendah, tingkat denyut nadi yang juga lebih rendah dan tekanan darah yang normal dibandingkan mahasiswa yang berjalan-jalan di kota.
(Baca Juga: 4 Pulau Favorit Selebriti Hollywood dengan Pemandangan Menakjubkan! Airnya Jernih, Pasir Putih dan Halus)
Hal serupa juga ditemukan dalam studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Kyoto, para peserta dinilai lebih rendah berkemungkinan depresi dan terlibat permusuhan setelah menghabiskan waktu di hutan dibandingkan saat mereka menjelajahi lingkungan perkotaan, dikutip dari The Huffington Post, Kamis (3/8/2017).