Dari hasil penelitian ini bisa dikatakan seseorang yang status sosio-ekonominya tidak terlalu tinggi tidak mendapatkan manfaat dari diet Mediterania. Walaupun dia sudah mematuhi diet yang sama dengan mereka yang sosio-ekonominya tinggi tetap tidak ada pengaruhnya. (Baca Juga: Diet Mediterania Bisa Mengurangi Risiko Serangan Jantung Lho)
Diet Mediterania yang dijalani oleh mereka yang berpenghasilan tinggi mengurangi risiko penyakit kardiovaskular hingga 61%. Selain itu, mereka yang kuliah di perguruan tinggi pengurangan risikonya adalah 67%.
Penelitian yang dipublikasikan di International Journal of Epidemiology itu menyatakan pilihan makanan pada seseorang dipengaruhi oleh seperangkat pengetahuan, keterampilan yang baik, dan sumber keuangan yang lebih besar. Orang yang berpenghasilan lebih rendah diketahui lebih memilih menggoreng atau memasak sayuran dan bahan makanan lainnya. Hal itu menciptakan bahan kimia sehingga menyebabkan radang di tubuh dan berpotensi menimbulkan serangan jantung. (Baca Juga: Ingin Langsing Tanpa Tersiksa, Coba Lakukan Diet Mediterania)
Peneliti percaya orang-orang yang memiliki penghasilan tinggi lebih banyak mengonsumsi sayuran organik yang tingkat antioksidannya lebih tinggi. Makanan itu dianggap bisa mencegah penyakit jantung karena melawan radikal bebas yang berbahaya di tubuh.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.