"Banyak terjadi kesalahpahaman di antara para orangtua. Mereka lebih memilih mengenalkan sayur dan buah kepada anaknya dibanding melengkapi kekurangan nutrisi pada ASI seperti energi, protein, lemak, serta vitamin dan mineral. Padahal, zat-zat itu dibutuhkan anak untuk tumbuh kembang otaknya," tutur dokter spesialis anak sub-spesialisasi nutrisi dan penyakit metabolik, dr Damayanti R Sjarif, Sp.A(K), saat ditemui dalam talkshow Philips AVENT, Solusi Menjawab Tantangan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi Anak di kawasan Thamrin, Senin (31/7/2017).
Untuk mencukupi zat besi pada bayi, ibu bisa memberikan daging merah dan hati ayam. Sedangkan untuk memenuhi nutrisi lainnya bisa diberikan makanan yang biasa dikonsumsi oleh keluarga sehari-hari seperti opor ayam, rendang, dan gulai (Baca Juga: Moms, Ini Jenis MPASI Bergizi Selain Nasi)
“Prinsip MPASI adalah memperkenalkan makanan yang memiliki tekstur sesuai dengan kemampuan oromotornya. Jadi tidak masalah memberikan masakan rumahan pada anak bayi yang mengandung garam, gula, atau santan. Makanan tinggal dihaluskan agar bisa dimakan oleh anak,” ujar dr Damayanti.
Bayi sudah mengenal berbagai rasa sejak berada di dalam kandungan karena air ketuban yang dia konsumsi memiliki rasa dari asupan makanan ibu. Itulah sebabnya mengapa bayi menolak MPASI yang terasa hambar karena menurut mereka rasanya tidak enak. Pada usia 6 – 9 bulan memang ada baiknya bayi dikenalkan segala macam rasa agar mereka tidak merasa asing dengan rasa makanan ketika besar.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.