Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OKEZONE STORY #1: "Setelah Anyo Tiada, Terpikir dalam Benak Saya Membantu Anak-Anak Penyandang Kanker Lainnya"

Tiara Putri , Jurnalis-Senin, 31 Juli 2017 |20:00 WIB
OKEZONE STORY #1:
Pinta Manullang Pangabean (Foto: Tiara/Okezone)
A
A
A

SALAH satu alasan mengapa Rumah Anyo berdiri adalah karena kami ingin membantu Anyo Anyo lain yang ada di Indonesia. Rumah Anyo adalah bagian dari Yayasan Anyo Indonesia (YAI). Yayasan ini sudah ada sejak 27 Juni 2012 dan didirikan oleh Bapak Sabar Manullang, ayah dari Anyo. Dan saya, Pinta Manullang-Panggabean adalah ketua dari yayasan ini.

Anyo adalah panggilan kecil dari anak saya yang bernama Andrew Maruli David Manullang. Anyo adalah anak yang aktif. Tapi, saat kelas 6 SD Anyo didiagnosis menyandang leukemia atau kanker darah. Sejak saat itu, Anyo harus bolak-balik ke rumah sakit guna menjalani kemoterapi. Sebagai seorang ibu, saya harus terus mendampingi anak saya yang sedang sakit guna memberikan kekuatan kepadanya.

(Foto: Tiara/Okezone)

Pengobatan Anyo dilakukan di salah satu rumah sakit yang ada di Belanda. Saat menjalani pengobatan, saya merasa beruntung sekali karena bisa tinggal di rumah yang mirip dengan Rumah Anyo. Letaknya dekat dengan rumah sakit tempat Anyo diobati sehingga membantu meringankan beban hidup kami sewaktu tinggal di negeri orang.

Setelah Anyo tiada, terpikir dalam benak kami untuk membantu anak-anak kecil lainnya yang juga menyandang kanker. Seperti yang diketahui, banyak penyandang kanker dari berbagai daerah di Indonesia yang menjalani pengobatan di RS Kanker Dharmais Jakarta. Mereka yang menjalani pengobatan tentunya tidak memiliki tempat tinggal.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement