“Ini bermula ketika aku berkarir di bidang artistik di mana aku memulainya dari tekanan pada estetika yang tidak disukai wanita dan pada bagian tubuh non normatif,” kata Cartro, seperti dilansir Mashable, Selasa (25/7/2017).
“Mungkin inspirasi ini yang membuat saya mengubah stretch mark menjadi sebuah seni, untuk bekerja dengan warna dan memiliki kemampuan agar orang-orang bisa merepresentasikan kecantikan yang dimiliki,” terangnya.
Selain selulit, Cartro juga mengunggah sejumlah foto yang berisi permasalahan klasik yang kerap dialami wanita. Misalnya, noda menstruasi pada pakaian dalam serta bentuk puting payudara yang beragam. Melalui karya seni yang dibuatnya, Cartro ingin mengajak agar setiap orang mencintai kecantikan yang dimiliki, meski faktanya wanita memiliki bentuk tubuh yang berbeda-beda.
“Kita harus bekerjasama untuk mendobrak norma estetika sehingga semua orang memiliki kemampuan untuk mencintai dan menerima diri mereka sendiri. Mencintai dirimu adalah aksi yang sesungguhnya,” tutup perempuan 21 tahun itu.
(Dinno Baskoro)