Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kuat dan Tegar! 5 Kisah Anak Pemberani Pengidap Kanker Paling Mengharukan

Tiara Putri , Jurnalis-Minggu, 23 Juli 2017 |20:30 WIB
Kuat dan Tegar! 5 Kisah Anak Pemberani Pengidap Kanker Paling Mengharukan
Rett Cavan menderita kanker hati (Foto: Thsun)
A
A
A

5. Bayi laki-laki menghabiskan separuh hidupnya di RS karena kanker hati

Seorang ibu membagikan kisah perjuangan anaknya yang harus melawan kanker dalam sebuah foto. Dia melakukan itu karena rasa solidaritas dan ingin memberikan dukungan kepada orangtua lain yang juga harus mendampingi anak mereka yang terkena kanker. Ibu yang bernama Deana itu berani membagikan kisahnya dua tahun setelah kematian anaknya.

Deana berasal New Hampshire, Amerika Serikat. Di tahun 2015, dia harus menerima kenyataan bahwa anak lelakinya, Rett Cavan menderita kanker hati. Dalam foto yang diunggahnya, terlihat Rett sedang menangis kesakitan setelah menjalani operasi pengangkatan tumor extra-renal malignant rhabdoid (MRT) yang tumbuh di livernya saat berusia 10 bulan.

"Itu adalah saat-saat paling sulit karena Rett tidak dapat dihibur. Dia harus menahan rasa sakit dan sulit bagi saya untuk mengingatnya," ungkap Deana seperti yang dikutip dari The Sun.

(Foto: Thesun)

Deana bersyukur dokter yang menangani Rett berhasil melakukan operasi yang menakjubkan. Dokter terus menganjurkan Deana dan suaminya untuk tidak memberikan obat penghilang rasa sakit pada Rett karena hatinya perlu diregenerasi setelah bekerja terlalu keras saat operasi. "Itulah yang menyebabkan Rett menangis. Kami tidak ingin dia menderita, tapi di sisi lain kami tidak punya pilihan," tutur Deana.

Rett mulai diketahui bermasalah sejak usianya memasuki usia 7 bulan. Ketika itu perutnya terus kembung dan dia tidak berhenti muntah. Orangtuanya pun membawa Rett ke rumah sakit di Boston untuk menjalani pemeriksaan. Setelah dokter melakukan pemindaian ultrasound yang diikuti dengan biopsi, Rett didiagnosis menderita kanker yang langka. Hati Deana dan suaminya, James sangat hancur, terlebih ketika mereka mencari tahu lebih lanjut tentang kanker yang diidap Rett. Bayi mungil mereka ketika itu hanya memiliki harapan sebesar 12% untuk sembuh. Deana dan suaminya merasa angka 12% sudah cukup baik karena anak laki-lakinya tampak begitu kuat dan sehat.

Usai operasi pengangkatan tumor di hati berhasil, ternyata kanker sudah menyebar ke paru-parunya. Hal itu membuat Rett harus kembali mendapatkan perawatan. Dia menghabiskan hampir setengah hidupnya di rumah sakit. "Bayangkan Anda berada dalam mode bertahan hidup sepanjang hidup. Itulah yang kami rasakan ketika melihat kondisi Rett. Saya pun terus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh anak saya karena itu benar-benar misteri," kata Deana.

Pada akhir Januari 2015, Rett menjalani jenis kemoterapi baru. Tapi, baru melakukan satu siklus, dokter memberi tahu bahwa mereka tidak memiliki pilihan lain karena nodul mulai tumbuh di tubuh Rett. Deana dan James sangat sakit mengetahui keadaan anaknya. Mereka berpikir telah membawa Rett ke jalan yang benar tapi ternyata mereka masih harus menghadapi hambatan lain. Mereka dengan putus asa mencari pengobatan di rumah sakit lain dan Rett Rett diterima di Rumah Sakit Penelitian Anak St Jude di Memphis, Tennessee. Tapi setelah dokter melakukan pemindaian, kanker telah menyebar di sepertiga paru-paru Rett.

"Saat itu aku sadar kalau Rett tidak memiliki pilihan lain. Demamnya tidak pernah hilang dan dia terlihat sangat begitu kecil serta terus-terusan menahan sakit. Walaupun matanya masih berkilau seperti samudera dan terus menatap kami dengan cinta, kami tahu kehidupannya akan memudar dengan cepat. Rett memang selalu tersenyum, tapi dia sangat menderita," kenang Deana. Rett meninggal pada tanggal 22 Februari 2015 dan kini orangtuanya telah memiliki seorang anak perempuan berusia 16 bulan yang lahir satu tahun setelah kematian Rett.

"Memiliki anak perempuan saya sangat penting bagi saya. Saya ingin menjadi seorang ibu dan bersyukur bisa memiliki anak lagi," pungkas Deana. Dalam rangka mengenang anaknya, Deana dan James mendirikan sebuah badan amal bernama Rett's Roost. Mereka menawarkan retret gratis di akhir pekan, kegiatan terapeutik, dan dukungan untuk keluarga yang anaknya tengah berjuang melawan kanker.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement