TUBUH memiliki banyak sistem untuk mengatur keseimbangan. Salah satu sistem yang ada di dalam tubuh adalah sistem ekskresi. Sistem ini membuang sisa zat metabolisme yang tidak dibutuhkan oleh tubuh berupa cairan atau gas. Salah satu cara mengeluarkan zat adalah melalui urine.
Urine adalah cairan zat sisa yang berasal dari penyaringan darah oleh ginjal. Selain melibatkan ginjal, proses pembentukan urine juga melibatkan ureter, kandung kemih, dan uretra. Ketika kandung kemih penuh oleh cairan zat sisa dari ginjal yang disalurkan oleh ureter, ada dorongan dalam tubuh untuk buang air kecil. Di saat itulah urine keluar melalui uretra. Baca Juga: Jangan Lakukan 5 Hal Ini saat Menderita Infeksi Saluran Kemih
Namun, proses pengeluaran urine tidak selalu berjalan lancar. Organ-organ yang terlibat dalam proses pengeluaran urine bisa saja mengalami infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Kondisi ini disebut dengan infeksi saluran kemih (ISK). ISK bisa terjadi pada siapa saja, tapi lebih rentan pada perempuan. Hal itu dikarenakan perempuan memiliki saluran yang lebih pendek antara uretra dengan kandung kemih.
Infeksi bisa terjadi karena urine mengandung zat sisa yang berisi bakteri. Saat dikeluarkan, tidak semua bakteri ikut terbuang. Bakteri yang tertinggal itu menyebabkan infeksi. Pada perempuan, infeksi juga bisa terjadi apabila aktif melakukan hubungan seksual karena tubuh orang lain berdekatan dengan uretra. Menurut Dr James Wantuck, apapun yang diletakkan dalam vagina bisa meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.
Dilansir dari Fox News, Kamis (20/7/2017), inilah beberapa tanda yang menunjukkan Anda terkena ISK:
Perubahan warna urine