Atau, ada seorang penduduk pulau tengah berjalan ke ladang. Dalam perjalanan ia bertemu dengan dua ekor ular tanah. Dikarenakan takut, ia pun membunuh ular tersebut. Namun, setelah membunuh ia pingsan dan bangun di sebuah rumah.
Rumah itu ternyata rumah kepala kampung dan rupanya dua ular yang dibunuh penduduk tersebut adalah Suku Moro. Ia pun kemudian meminta maaf dan minta dikembalikan ke dunia nyata.
Namun, kepala suku memberikan syarat untuk membawa buah pinang dan membasuh muka di sebuah telaga. Setelah melakukannya, ia kemudian dikembalikan ke dunia nyata. Dan, ketika ia pulang, ia begitu kaget mendapati keluarganya tengah melakukan doa memperingati 7 hari kematiannya.
Rupanya penduduk sekitar menganggap ia sudah meninggal karena telah menghilang selama 7 hari. Diceritakannya lah kisah ia diculik oleh dunia gaib dan ketika menunjukkan buah Pinang yang dibawanya ia juga kaget. Sebab, buah tersebut berubah menjadi perak berbentuk buah pinang.
Sejak saat itu, masyarakat di Pulau Morotai tidak berani sembarangan menebang pohon atau membunuh hewan. Sebab, mereka yakin itu merupakan bentuk jelmaan suku Moro.
(Fiddy Anggriawan )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.