Festival Morotai yang digelar pada 2-8 Agustus tahun ini menghadirkan pertunjukan menarik. Adalah pertunjukan musik bambu tada yang diiringi tarian kolosal dibawakan oleh sekitar 2.000 peserta, berhasil memecahkan rekor Muri.
Bupati Pulau Morotai, Benny Lusa, mengatakan para peserta tersebut adalah anggota masyarakat yang berasal dari berbagai kalangan dan usia berpartisipasi dalam pertunjukan tersebut.

“Bambu tada adalah alat musik yang terbuat dari bambu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga mengeluarkan bunyi-bunyian khas bambu. Cara mainnya dengan diketuk-ketukkan ke tanah. Bambu tada berfungsi sebagai musik pengiring dan dimainkan bersama alat musik lain,” kata Benny dalam siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (8/8/2019).

Dalam rangka memecahkan rekor MURI, para pemain bambu tada membentuk berbagai formasi menarik sambil memainkan alat musik itu. Untuk mencapai hasil yang baik, persiapan pun sudah dilakukan sejak beberapa bulan sebelum penampilan. Setiap sore, para peserta berlatih bersama tim koreografer Eko 'Pece' Supriyanto.
Semangat para peserta tidak berkurang, meski cuaca saat itu tidak begitu bersahabat. Meski gerimis, mereka tetap memberikan penampilan terbaik. Hal ini tentunya memukau Menpar, Bupati Morotai, serta seluruh hadirin dan warga masyarakat.

"Terima kasih kepada para masyarakat yang mendukung penyelenggaraan Festival Morotai. Terutama pada para peserta bambu tada. Saya mengapresiasi semangat kalian yang luar biasa," ujar Benny Lusa.