Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sudah Diet, Kenapa Orang Gemuk Susah Kurusnya?

Agregasi Hellosehat.com , Jurnalis-Kamis, 13 Juli 2017 |11:26 WIB
Sudah Diet, Kenapa Orang Gemuk Susah Kurusnya?
Ilustrasi (Foto: Hellosehat)
A
A
A

Dilansir dari jurnal kesehatan Lancet, para ahli mengatakan bahwa orang gemuk memiliki sistem biologis yang sulit untuk menurunkan berat badan. Meskipun sebelumnya sudah bisa menurunkan berat badan, tetapi berat badan itu akan mudah naik lagi. Padahal sebelumnya, para ahli kesehatan di Amerika sudah merekomendasikan untuk mengurangi makanan berkalori dan berolahraga minimal 2 kali dalam seminggu.

Banyak orang obesitas yang telah bisa menurunkan berat badannya selama beberapa bulan. Namun, sekitar 80 sampai 95 persen di antaranya malah mendapatkan berat badannya naik lagi. Mengapa orang gemuk susah kurus? Karena pada saat mereka mengurangi asupan kalori untuk menurukan berat badan, yang ada tubuh mereka malah memicu sistem biologis untuk membutuhkan lebih banyak kalori lagi saat lapar.

Selain itu, Dr. Rachel Batterham, kepala Pusat Penanganan Obesitas di rumah sakit Universitas College London, mengatakan bahwa alasan orang gemuk susah kurus adalah karena sistem biologis tubuh mereka ingin kembali ke berat badan maksimal yang telah mereka capai. Karena, pada saat Anda mencapai berat maksimal tubuh, seluruh sistem biologis Anda berubah. Jadi, benar adanya kalau mempertahankan berat badan tetap itu amat sangat sulit.

Operasi penurunan berat badan terbilang efektif untuk mengatasi masalah obesitas

Dr. Christopher Ochner, asisten profesor pediatri di Icahn School of Medicine New York, mengatakan bahwa mereka yang memiliki masalah kegemukan kronis tampaknya akan sulit mengubah sistem biologisnya untuk benar-benar pulih dari gemuk. Karena nyatanya, mereka secara biologis saja sudah sangat berbeda dengan orang normal yang tidak pernah mengalami kelebihan berat badan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement