JIKA ditelusuri sejarahnya, mi berasal dari dataran China jadi tak heran jika penyebarannya banyak terjadi di Asia. Seiring perkembangan zaman, mi memiliki banyak varian tapi jika ditelisik lebih dalam, bahan baku pembuatannya ternyata sama lho.
Dikutip dari buku Variasi Mi & Pasta yang ditulis Budi Sutomo, Kamis (13/7/2017) berikut beberapa jenis mi oriental yang bisa dikenali. Meski tampilan, bentuk dan warnanya berbeda, tapi bahan baku pembuatannya sama lho yakni tepung gandum.
Mi hong kong
Mi hong kong terbuat dari tepung terigu protein tinggi. Banyak dijual di swalayan terkemuka dalam kemasan plastik, dalam keadaan basah dan bertepung. Mi hong kong memiliki warna kuning dengan bentuk helainya yang sangat halus. Mi ini dapat disimpan dalam lemari pendingin selama 5 hari. Berbagai olahan juga bisa dibuat menggunakan mi hong kong ini.
Mi hokien
Terbuat dari tepung terigu protein tinggi, mi hokien memiliki bentuk lembaran tebal dan besar. Mi ini biasanya dijual dalam keadaan basah. Mi hokien memiliki warna kuning cerah yang secara alami berasal dari kunyit.
Mi Soba
Mi ini terbuat dari tepung gandum tanpa gluten. Warna mi ini biasanya hijau tua atau keabu-abuan. Mi soba banyak dijual dalam kondisi kering. Di Jepang, mi ini termasuk satu yang sangat populer dan jadi mi santapan sehari-hari. Mi soba termasuk jenis mi kering sehingga daya simpannya cukup panjang.
Mi udon
Mi ini terbuat dari tepung terigu protein tinggi. Varian yang banyak dipasaran adalah yang kering ataupun basah. Mi soba memiliki bentuk bulat besar dan berwarna putih bersih. Mi ini banyak ditemui di pasar swalayan namun di kedai mi soba, biasanya mi dibuat secara home made.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.