Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kata Psikiater Soal Fenomena Remaja 16 Tahun Nikahi Nenek 71 Tahun

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Selasa, 04 Juli 2017 |15:29 WIB
Kata Psikiater Soal Fenomena Remaja 16 Tahun Nikahi Nenek 71 Tahun
Remaja 16 tahun nikahi nenek 71 tahun (Foto: Youtube)
A
A
A

NETIZEN digemparkan dengan kabar remaja 16 tahun menikahi nenek berusia 71 tahun belum lama ini. Kasus tersebut kemudian menyebar di media sosial dan membuat heboh dunia maya. Bagaimana tidak, anak di bawah umur secara sadar menikahi nenek-nenek.

Kasus tersebut terjadi di Palembang. Selamat Riyadi, bocah berusia 16 tahun asal Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), menikahi Rohaya yang sudah berusia lanjut. Pernikahan itu dilangsungkan di kediaman Ketua RT setempat. Sempat ada ancaman bunuh diri yang diajukan Selamet jika pernikahan itu harus dihentikan. Namun, Minggu 2 Juli 2017 pernikahan tersebut pun sudah sah tercatat negara.

Lalu, bagaimana pandangan psikiater anak melihat kasus ini? Dihubungi Okezone, Psikiater Anak dari Talenta Center Bekasi Suzy Yusna Dewi memaparkan, kasus tersebut tidak normal. Sebab, bila dengan otak normal manusia kebanyakan, tidak mungkin rasanya ada anak remaja yang mau menikahi nenek-nenek.

Suzy menjelaskan, kasus tersebut bisa dikatakan kompleks. Tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi saja. Ada beberapa hal yang perlu dicari tahu. Mulai dari ketertarikan si anak terhadap nenek-nenek, alasan pasti pernikahan tersebut, sampai dengan kepribadian dan intelektual si anak.

’’Kebanyakan kasus seperti ini, si anak memiliki IQ di bawah rata-rata. Itu juga yang akhirnya dia tidak bisa memilih secara normal pasangan yang layak dan pantas untuk dirinya,’’ tutur Suzy kepada Okezone melalui telepon, Selasa (4/7/2017).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement