Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Asyik! Adu Meriam Karbit di Malam Takbiran, yang Paling Jos Kantongi Rp8 Juta

Dina Prihatini , Jurnalis-Rabu, 21 Juni 2017 |13:16 WIB
Asyik! Adu Meriam Karbit di Malam Takbiran, yang Paling Jos Kantongi Rp8 Juta
Adu Meriam Karbit di Pontianak (foto: Dina Prihatini/Okezone)
A
A
A

BUDAYA tahunan yang digelar Pemerintah Kota Pontianak pada malam jelang Hari Raya Lebaran yaitu Festival Meriam Karbit 2017 akan segera dilaksanakan. Persiapan acara akbar yang rencananya dimulai bertepatan dengan malam menyambut Idul Fitri 1438 Hijriyah, sudah mencapai 90 persen.

Sekretaris Forum Meriam Karbit Kota Pontianak, Barry Shilmon menyebut, peresmian dimulainya Festival Meriam Karbit akan dipusatkan di Gang Kamboja di pinggiran Sungai Kapuas.

“Festival Meriam Karbit ini diikuti 44 kelompok dengan jumlah keseluruhan 259 meriam karbit,” jelasnya saat ditemui usai rapat persiapan Festival Meriam Karbit di Ruang Rapat Wali Kota Pontianak.

Barry mengatakan, ada 4 kriteria penilaian dalam festival yang rutin digelar setiap malam Idul Fitri ini, yakni dari bunyi meriam, morif meriam, kebudayaan yang ditampilkan, serta dekorasinya. Sedangkan total hadiah yang akan diperebutkan senilai Rp39 juta, dengan rincian juara I akan mendapatkan Rp8 juta, juara II Rp6 juta dan juara III Rp4 juta. Selain itu, ada pula hadiah bagi pemenang harapan I, II dan III serta juara favorit.

Sementara itu, lanjut Barry, untuk persiapan panggung utama, lokasi penjemputan tamu dan kemasan acara pembukaan sudah dipersiapkan panitia. Sedangkan untuk penjemputan tamu undangan VIP akan menggunakan transportasi air dari Hotel Kartika ke lokasi acara. Tamu lainnya akan dilakukan penjemputan dari Pelabuhan Seng Hie.

“Digunakannya transportasi air karena akses menuju lokasi kegiatan yakni di Kampung Kamboja tidak memungkinkan untuk dilewati tamu undangan karena akses jalan menuju lokasi akan ramai dengan warga, dan jalannya sempit,” terangnya.

Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengingatkan kepada panitia untuk bisa mengatur dengan sebaik-baiknya kegiatan festival meriam karbit, dari panggung, penjemputan tamu hingga kemasan acara seremonialnya.

“Saya berharap festival meriam karbit nantinya bisa terlaksana dengan baik, untuk itu panitia pelaksana harus benar-benar mempersiapkannya, dari kemasan acara pembukaannya, panggung utamanya serta pengaturan tamu undangan,” ungkapnya.

Meriam karbit menurut Edi, merupakan permainan tradisional yang tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan masyarakat Kota Pontianak, karena permainan meriam karbit memiliki sejarah berdirinya Kota Pontianak.

“Begini, permainan meriam karbit ini sudah menjadi kebiasaan dan budaya masyarakat Kota Pontianak yang tidak ada di daerah lainnya, tak sah rasanya lebaran Idul Fitri kalau tidak ada dengar dentuman meriam karbit,” pungkasnya.

Dibuang sayang, Festival Meriam Karbit Pontianak. Kemeriahan malam idul fitri di sungai kapuas. #eidmubarak #idulfitri #meriamkarbit #pontianak

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ilham Kurniawan (@ilhamituiamm) pada Jul 10, 2016 pada 8:14 PDT

(Fiddy Anggriawan )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement