Pada tahun 1988 penduduk Kabupaten ini berjumlah 611.523 jiwa. Di dalam jumlah tersebut sudah termasuk anggota suku bangsa pendatang lainnya. Penduduk pendatang yang terbanyak adalah suku bangsa Jawa, yang terutama tersebar di lokasi Transmigrasi Tanjung Air, Tebing Tinggi, Tanjung Ning, Pirsus Sungai Berau, dan Pirsus Senabing.
Penduduk pendatang lainnya adalah orang Semendo yang berasal dari Kabupaten Muara Enim. Menurut cerita rakyat setempat, orang Semendo ini pada masa lampau merupakan keturunan orang Lahat yang merantau ke daerahnya yang sekarang. Di daerah kota Lahat juga banyak bermukim pendatang keturunan China.
"Lahat itu Lekipali. Lematang, Kikim Pasemah dan Lintang," ujar Bupati Lahat Aswari Rivai atau yang Akrab disapa Kak Wari ini kepada Okezone, Jumat (16/6/2017).
Menurut Kak Wari dalam merangkul warganya yang terdiri dari beberapa suku dia tidak pernah membeda-bedakan warganya agar selalu hidup rukun berdampingan serta peduli satu sama lain.
"Saya tidak membeda-bedakan, kita adalah satu kesatuan Lekipali, orang Lekipali juga duduk semua dalam sistem Pemerintahan yang Kak Wari pimpin jadi kami semua bersatu membangun Lahat walaupun Empat lawang dan pasemah sudah memiliki kabupaten/kota sendiri, Yaitu Empat Lawang dan Pagar Alam," jelas Kak Wari.
(Fiddy Anggriawan )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.