Peneliti utama dari Victoria University of Wellington di Selandia Baru, Eryn Newman menjelaskan mengapa bias nama berbeda ini terjadi.
“Dari penelitian lain, kita tahu bahwa orang berpikir bahwa bahan tambahan makanan dengan nama yang lebih mudah, lebih aman daripada yang memiliki nama sulit. Jadi, menurut kami ini bukan stereotip tentang nama asing, namun kami merasa bahwa nama yang mudah terasa lebih akrab atau mudah diolah daripada nama yang sulit,” ujar Eryn dikutip dari Parenting, Rabu (14/6/2017).
Memang tidak ada yang salah dengan memberikan nama tertentu pada anak. Namun Anda perlu mempertimbangkan efek jangka panjangnya.
Berbagai temuan dari penelitian mengindikasikan bahwa sebuah nama berdampak pada bagaimana orang menyesuaikan diri dalam karier mereka. Misalnya, nama Johns dianggap lebih mudah untuk maju dalam karier daripada seseorang bernama Reigns. Karena itu, pertimbangkan lagi jika memilih nama untuk anak ya, Moms.
(Vien Dimyati)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.