Tidak hanya itu, lobster juga dikenal sebagai makanan kelas bawah karena menjadi satu-satunya sumber protein, yang bisa didapatkan dengan harga terjangkau. Hidangan tersebut juga kerap dijadikan makanan untuk para tahanan, buruh, dan budak.
Pada pertengahan tahun 1800, popularitas lobster pun mulai meningkat. Hal ini dibarengi oleh perkembangan teknologi yang semakin maju, sehingga muncullah inovasi makanan kaleng dan kereta api.
Dalam waktu singkat, lobster menjadi salah satu produk kalengan yang paling populer di pasaran. Terlebih lagi setelah tiket kereta menurun drastis. Semakin banyak pula orang-orang yang keluar masuk kota-kota di New England.