"Bussiness is bussiness. Tetap saja semuanya harus tetap dikembangkan agar dana yang didapatkan juga lancar. Untuk butik sendiri tentu uang sebagai modal utama, namun hal lainnya yang lebih penting adalah minat atau passion dalam bidang ini. Saya merasakan sekali, tidak mungkin saya membuat butik kalau saya tidak suka fashion, DNA-nya jadi tidak ada, karena setiap rancangan saya yang ambil andil," jelas Rozy kepada Okezone dalam acara Charity Cantik bersama K-Link, di Jakarta, Rabu (26/4/2017).
Kemudian, dalam berbisnis fesyen menurut Rozy juga harus memiliki ketahanan yang tinggi dan sabar. Seperti yang telah banyak dikatakan, ulet dalam berbisnis itu memang harus dilakukan.
"Jangankan butik, semua bisnis itu harus sabar. Lalu punya ketahanan yang tinggi karena bisnis itu naik turun," tegasnya.
Hal lainnya seperti pendidikan bukan tidak penting namun menurutnya, dalam berbinis seseorang harus memiliki bussiness minded.
"Memiliki butik kita juga harus memiliki business minded. Itu adalah skill, skill bisa dilatih nah sekolah itu pelatihannya. Tinggal dipilih, minat dalam desain atau bisnisnya, keduanya terpakai dalam bisnis. Tinggal bagaimana kita melihat peluang. Ada cara penjualan online, ikuti, tren fesyen terbaru juga ikuti untuk menarik pasar," tutup ibu dari 4 anak ini.
(Dinno Baskoro)