Dengan menggunakan bahan bakar berupa bara kayu, ikan kemudian diletakkan di atasnya namun hanya memanfaatkan media asapnya saja bukan apinya. Selama proses ini berlangsung, api yang nyala harus stabil karena mempengaruhi hasil kualitas dari ikan salai.
Proses ini berjalan cukup lama sekira 24 jam hingga daging ikan berubah warna menjadi kecoklatan. Sebelum dikemas, ikan harus lebih dulu didinginkan agar kualitasnya tetap terjaga dan ikan bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama.
Salai patin biasa diolah kembali dengan cara dibumbui atau dijadikan olahan ikan berkuah gurih. Penasaran bagaimana rasanya? Jangan lupa cicipi salai patin saat berkunjung ke Riau.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.