Para peneliti melakukan pemeriksaan data dari 1987 sampai 2009 pada hampir 18.000 wanita Swedia yang didiagnosis dengan penyakit celiac dan sekira 89.000 wanita yang tidak memiliki gangguan autoimun.
Setelah didiagnosis penyakit celiac, 46 persen wanita didiagnosis memiliki anoreksia nervosa. Sedangkan mereka yang telah didiagnosis anoreksia nervosa, dua kali lipat lebih mungkin mengalami penyakit celiac.
Penelitian ini membuktikan bahwa penyakit celiac dan anoreksia nervosa berkaitan erat satu sama kali. Tapi menurut Dr Neville Golden, peneliti dari Stanford Children’s Health di California, ada beberapa pasien yang misdiagnosis akibat gejalanya yang hampir mirip.
Keduanya memiliki gejala yang sama, seperti perut tidak nyaman setelah makan, perasaan kenyang, perubahan usus kebiasaan dan penurunan berat badan
"Jadi diagnosis yang benar tidak selalu jelas," tukas Goldn. Demikian dilansir dari GMA Network, Jumat (7/4/2017).
(Helmi Ade Saputra)