Untuk motifnya, Zachria mengatakan juga hampir-hampir mirip dengan songket, yakni bunga cina, naga bertarung atau yang khas yakni bunga cempaka, burung hong dan gajah.
Namun, ada sedikit kabar kurang menyenangkan dari kain cual ini. Zachria menuturkan, kini semakin sedikit penenun cual yang ditemui di Bangka. Alhasil, ini membuat cual kini semakin mahal.
“Jika dahulu bisa dibilang setiap rumah menghasilkan cual, kini semakin sedikit. Sehingga harganya juga semakin mahal,” ungkapnya.
Berbicara harga, karena faktor yang telah disebutkan sebelumnya. Harga cual juga divariasikan dengan sejak kapan kain tersebut dibuat.
“Semakin lama cual tersebut diproduksi maka harganya pun semakin mahal. Saya sendiri memiliki cual warisan nenek moyang yang sudah ratusan tahun. Yang lama-lama itu mahal selain karena motifnya unik, benangnya juga dipastikan asli benang emas, yang saya miliki ini bisa mencapai Rp100 juta. Kalau yang cual masa kini bisa dari ratusan ribu sampai belasan juta rupiah,” pungkas Zachria.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.