Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Lebih Dekat dengan Cual, Tenun Khas Bangka Belitung

Afiza Nurmuseriah , Jurnalis-Senin, 03 April 2017 |18:35 WIB
Mengenal Lebih Dekat dengan Cual, Tenun Khas Bangka Belitung
Cual (foto: Afiza / Okezone)
A
A
A

JIKA Palembang memiliki songket sebagai wastra khas daerah, maka daerah Sumatera bagian selatan lainnya seperti Bangka Belitung juga memiliki tenun cual.

Ya, hampir sama dan mungkin saja masih dipengaruhi songket, tenun cual juga masih khas dengan benang emasnya. Yang membedakan, cual juga bisa menjadi kain ikat karena pemilihan bahannya yang lebih halus.

Awal mula sejarah cual adalah aktivitas perempuan bangsawan Muntok, Bangka Barat tepatnya di kampung Petenon pada abad 18.

 

(Foto: Afiza / Okezone)

“Tenun cual itu sebenarnya masih ada pengaruh dari songket Palembang yang material bahannya terutama benangnya sama, yakni sama-sama memakai benang emas. Namun membedakannya, kini cual lebih memvariasikan pada tenun ikat,” ungkap Ketua Ikatan Ibu-Ibu Sumatera Bagian Selatan, Zachria Subagyo kepada Okezone belum lama ini.

Cual sendiri merupakan proses celupan dikali pertama, yang mana mori putih atau benang sutra putih diberi warna kemudian ditenun dengan jangka waktu sekiranya 3 sampai 5 bulan. "Dalam waktu 1 jam saja hanya mencapai 3 cm, terlebih membuat selendang saja. Misalnya membutuhkan 2 meter, dengan lebar 60 cm, belum lagi membuat tenun tidak boleh terburu-buru karena benang akan mudah kusut saat dibuat," lanjut Zachria.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement