Disempurnakan dengan ghutrah dan iqal
Selain mengenakan kandora, raja dan pangeran Arab menyempurnakan penampilan dengan jubah panjang tradisional Arab, yang dikenal dengan bisht atau mishlah.
Mishlah hadir dalam berbagai warna, seperti abu, hitam, cokelat, abu, putih hingga creme. Ciri khasnya, mishlah hadir dengan aksen bordir emas di bagian ujungnya. Saat mengenakan mishlah, lazimnya bagian sisi kiri dikenakan hanya sampai pergelangan tangan dan pemakainya memperlihatkan lengan panjang busana gamis.
Untuk bagian penutup kepala, mereka tampak mengenakan ghutra atau shumagh. Di Indonesia sendiri, ghutra dikenal dengan surban, yakni kain berbentuk persegi yang bisa dilipat diagonal agar membentuk pola segitiga dan ditempatkan di bagian atas kepala.
Setelah menggunakan surban, para pria Arab menggunakan igal atau iqal/ igal atau iqal adalah ikat kepala hitam berbahan karet yang berfungsi untuk menahan surban agar tetap berada di atas kepala. Demikian sebagaimana dikutip Esquireme, Jumat (3/3/2017)
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.