Teknik tersebut dikenal dengan sebutan ‘nigiri sushi’ atau ‘edomae sushi’. Hingga saat ini, hampir seluruh restoran sushi di Jepang menyajikan produk mereka dengan teknik tersebut.
Dulunya, sushi banyak dijajakan oleh warung-warung di pinggir jalan sebagai camilan ringan saja. Oleh karena itu, makanan ini dikenal sebagai makanan cepat saji pertama yang ada di Jepang.
Setelah Perang Dunia II berakhir, warung sushi mulai banyak ditutup, dan ada juga yang dipindahkan pada kawasan yang lebih layak dan bersih. Konsepnya pun mulai berubah. Lebih banyak tempat duduk formal yang disediakan, dan secara tidak langsung, cara ini juga berhasil mengubah mindset semua kalangan bahwa sushi menjadi salah satu makanan ‘mewah’ yang ada di negara tersebut.
Sushi modern
Kini, sushi tidak hanya dikaitkan sebagai salah satu makanan tradisional Jepang, makanan ini mulai berevolusi ketingkat yang lebih modern, dan bahkan jauh lebih kompleks.