Duh membuat kaki rasanya ingin cepat ke luar dari gedung ini. Pijak demi pijak kami lewati dengan lampu penerangan dari telepon genggam. Lantai yang terbuat dari kayu sudah terlihat sangat rapuh, dan jika tidak berhati-hati bisa jatuh terperosok.
Ada sekitar lima ruangan besar di bagian lantai satu ini, dan sekarang sedang direnovasi. Di sinilah para hantu hilir mudik ketika malam hari, Ardi pernah bertemu dengan tuyul saat tengah jaga malam di gedung ini.
"Kalau lagi jaga malam suka iseng, suka banyak yang nampakin, atau ganggu kaya suara kepala gelundung sering banget terdengar," jelasnya.
Tak hanya itu, suara teriakan bahkan suara ketawa juga sering didengarnya dan juga penjaga lain. Hingga akhirnya ia terbiasa untuk menerima kehadiran mahluk di sana.
"Gedung ini sangat besar, dan gelap, katanya ini sudah diserahkan ke DKI untuk dijadikan museum karena udah empat tahun gedung tidak digunakan," tuturnya.