PERMULAAN adanya Kota Jakarta berawal dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung sekira 500 tahun lalu. Kota yang sekarang dipadati gedung-gedung tinggi dan berkilau, pada mulanya bernama Sunda Kelapa.
Setelah Sunda Kelapa ditaklukkan oleh Pangeran Fatahillah pada 22 Juni 1527, namanya diganti menjadi Jayakarta. Tanggal inilah yang sekarang diperingati sebagai hari jadi Kota Jakarta, dikutip dari Jakarta Tourism, Rabu (21/6/2017).
Kota Jayakarta yang kini bernama Jakarta, dulunya merupakan kota pelabuhan tersibuk yang menjadi tempat berkumpulnya pedagang dari China, India, Arab dan Eropa, serta negara lain yang saling bertukar barang atau komoditi. Catatan mengenai perjalanan sejarah Kota Jakarta terbilang sedikit, karena sedikit pula prasasti yang ditemukan di kawasan ini.
Nama Jayakarta tidak berlangsung lama. Sebab, pada masa Pemerintahan Belanda yang datang ke Jakarta pada abad ke-16, nama Jayakarta diganti menjadi Batavia. Alasan digantinya nama Jayakarta, karena Kota Jakarta pada waktu itu berawa-rawa mirip dengan negeri asal mereka, dikutip dari portal resmi Provinsi DKI Jakarta.
Versi lain mengatakan, diubahnya nama Jayakarta menjadi Batavia karena diambil dari Batavieren, nenek moyang bangsa Belanda. Batavia kala itu direncanakan dan dibangun nyaris mirip dengan kota-kota di Belanda.