PERNAHKAH Anda menghayal ingin pergi ke kota-kota eksotis di Asia? Mungkin Anda ingin melintasi waktu menuju kota di masa lampau seperti yang sering ditonton di film? Atau mungkin keinginan Anda lebih simpel, yakni ingin mengunjungi kota-kota tua, indah dan bersejarah saat berlibur.
Kalau ini yang Anda inginkan, cobalah mengunjungi Hoi An, sebuah kota kecil yang terletak di Vietnam bagian tengah. Pesona kota yang termasuk UNESCO World Heritage Site ini dijamin akan membuat perjalanan anda lebih romantis dan berkesan.
Hoi An terletak di provinsi Quang Nam, Vietnam bagian tengah. Apabila anda mengunjungi Vietnam via Ho Chi Minh City (Saigon), ambilah penerbangan ke kota Da Nang atau ambil perjalanan darat menggunakan sleeper bus ke arah utara.
Penerbangan ke kota Da Nang memakan waktu 1 jam sedangkan perjalanan darat memerlukan waktu tempuh 1 malam. Setibanya di bandara internasional Da Nang, anda perlu memesan shuttle bus yang loketnya ada di sebelah pintu kedatangan. Cukup dengan membayar IDR 105.000 anda tinggal duduk manis menikmati 45 menit perjalanan menuju Hoi An.
Sejarah Hoi An
Bermula pada abad ke 15 hingga abad ke-19, Hoi An merupakan pelabuhan dagang utama di Asia Tenggara dan juga pusat perdagangan kerajaan Champa. Pada abad ke-18, para pedagang dari Jepang dan Tiongkok menganggap Hoi An sebagai pusat perdagangan paling penting di Asia Tenggara,bahkan Asia.
Kota pelabuhan ini juga menjadi semakin terkenal sebagai pusat perdagangan ekslusif yang kuat antara Eropa, Tiongkok, India, dan Jepang, khususnya untuk industri keramik.
Namun masa kejayaan Hoi An mulai meredup seiring runtuhnya dinasti Nguyen. Kaisar Gia Long yang memenangkan perang kemudian memberikan Prancis hak dagang ekslusif atas kota pelabuhan terdekat, Da Nang, sebagai imbal jasa atas bantuan yang Prancis berikan saat perang.
Kota Da Nang kemudian menjadi pusat perdagangan yang baru di Vietnam bagian tengah sementara Hoi An mulai terlupakan. Sejarawan lokal bahkan menyebutkan kalau status Hoi An sebagai pelabuhan dagang yang strategis karena letaknya yang berada di mulut sungai pun pudar. Namun hal ini justru menjadikan Hoi An tak tersentuh oleh modernisasi selama 200 tahun dan menjadi kota klasik yang indah.
Bangunan, gedung, rumah dan jalanan sempit di Hoi An merefleksikan orisinalitas kota tua berusia ribuan tahun. Gaya arsitektur Hoi An merupakan perpaduan gaya lokal dengan pengaruh dari Jepang dan Tiongkok. Hal ini menjadi dasar UNESCO untuk memilih Hoi An sebagai World Heritage Site kategori pelabuhan dagang Asia Tenggara abad ke 15 hingga 19 yang terawat baik. Penghargaan ini telah diberikan sejak tahun 1999.