"Produksi kami cukup terbatas, hanya sekitar 50.000 sampai 60.000 botol per tahun. Setiap botol berisi 500 sampai 550 ml minuman alkohol," kata Chen, pemilik pabrik.
Chen banyak belajar pengolahan alkohol sederhana ini di provinsi Fujian yang tak lain adalah daerah kampung halamannya. "Awalnya tidak ada yang tahu soal alkohol bambu karena merupakan teknik rahasia tapi kini sudah banyak orang luar yang tahu dan cukup banyak yang memproduksi," beber Chen.
Chen juga mengatakan aroma dari alkohol bambu ini berbeda karena punya aroma khas yang unik. Karena prosesnya yang unik, banyak orang berburu alkohol bambu. Permintaan yang besar membuat banderol harga alkohol ini makin hari makin tinggi. Saking tingginya bahkan alkohol bambu dikategorikan sebagai minuman mewah.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.