Berdasarkan penelitian, selain kerusakan hati, jenis gula fruktosa juga meningkatkan faktor risiko penyakit jantung, diabetes dan penyakit kronis lainnya. Studi ini dipublikasikan dalam American Journal of Physiology.
Para peneliti membandingkan efek dari dua jenis gula pada fungsi metabolisme dan pembuluh darah. Untuk penelitian ini, tikus betina diberi larutan cairan glukosa dan fruktosa.
Tikus-tikus tersebut mendapatkan cairan manis selama delapan minggu, kira-kira setara dengan orang yang makan sejumlah besar gula selama enam tahun.
Tikus yang konsumsi fruktosa berlebihan, organ hatinya mengalami perlemakan. Ini sangat mengejutkan, karena juga kalori bertambah.
"Hasil penelitian menunjukkan, terjadi peningkatan jumlah kalori saat tikus mengonsumsi pemanis buatan berlebihan. Risikonya dalam jangka panjang akan memengaruhi kesehatannya," kata peneliti, dikutip Timesofindia, Senin (23/1/2017).
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.