Di satu sisi, televisi dapat memberikan dampak yang baik. Beberapa program televisi yang dikhususkan untuk anak dapat membantunya untuk belajar.
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa acara anak, Sesame Street, mengajarkan kerjasama, alfabet, dan matematika sederhana. Acara ini dapat meningkatkan kemampuan belajar dan membaca anak.
Jika anak sudah cukup besar, acara televisi yang bersifat pendidikan dapat menjadi sumber wawasan yang baik. Misalnya program pengetahuan mengenai satwa liar, berbagai tempat dan kebudayaan di nusantara maupun di belahan dunia lain.
Dampak Negatif
Namun demikian, televisi juga bisa berdampak buruk dari sisi konten. Bila tontonan positif bisa menjadi sumber pendidikan, maka tontonan negatif dapat menjadi contoh buruk bagi anak.
Acara televisi yang tidak sesuai usia, berunsur kekerasan, memperlihatkan kebiasaan merokok, minum alkohol, atau perilaku seks yang tidak sesuai dengan norma sosial dikhawatirkan menjadi contoh buruk. Ini karena anak mudah meniru dan mempersepsikan kejadian di televisi sebagai sesuatu yang biasa dilakukan oleh semua orang.