Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

HARI PAHLAWAN: Menelusuri Sejarah Gedung Perumusan Naskah Proklamasi

Tentry Yudvi , Jurnalis-Kamis, 10 November 2016 |12:01 WIB
HARI PAHLAWAN: Menelusuri Sejarah Gedung Perumusan Naskah Proklamasi
Diorama Perumusan Naskah Proklamasi (Foto: Tentry/Okezone)
A
A
A

Setelah mereka merumuskan, mereka langsung ke ruangan tengah, di mana saat itu sekira 50 orang lebih menunggu hasil rundingan. Kemudian, Soekarno membacakan naskah secara kasarnya, untuk dikoreksi, karena sudah setuju dengan hasil akhirnya, maka naskah pun diketik oleh Sayuti Malik.

“Di ruangan di bawah tangga ini digunakan oleh Sayuti Melik bersama BM Diah mengetik naskah proklamasi,” ujarnya.

Setelah naskah selesai, Soekarno pun langsung membacakannya tepat di tanggal 17 Agustus 1945, di hadapan para tamu undangan beserta rakyat kala itu. Kemudian, dengan adanya radio saat itu pelan-pelan proklamasi kemerdekaan pun terdengar di seluruh Nusantara.

“Hingga kini,masih ada piringan yang digunakan untuk merekam pembacaan naskah proklamasi, dan juga ada kaset aslinya,” jelasnya.

Tanpa adanya jasa dari para Pahlawan, Indonesia tidak akan mungkin merdeka dan mersakan kenikmatan seperti saat ini. Alangkah baiknya, selalu menghargai dan mengingat jasa mereka untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

(Fiddy Anggriawan )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement