DULU bambu digunakan para pejuang sebagai senjata untuk perang melawan penjajah dan merebut kemerdekaan. Pasalnya runcingnya bambu bisa menusuk jantung lawan hingga mati.
Begitulah alat perang para pejuang kala berusaha merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Tetapi jika menengok fungsi bambu seusai kemerdekaan RI, alat ini menjadi salah satu alat musik tradisional angklung yang berasal dari suku Sunda, Jawa Barat
" Sebenarnya sebelum penjajahan, angklung ini sudah ada tapi dulu digunakan oleh suku Baduy dan menjadi penyemangat saat penjajahan Belanda," ujar Maulana sebagai Marketing Manager Saung Udjo yang ditemui Okezone dalam acara " Boeng ayo Boeng," di Museum Bank Indonesia, Kamis (10/11/2016).
Jenis bambu yang digunakan untuk angklung berjenis bambu hitam dan jika diketukan akan menghasilkan suara instrumental. Bambu juga dibuat runcing, namun untuk memberikan suara nyaring saat dimainkan.
Keindahan alunan musik yang dihasilkan angklung menjadi salah satu warisan budaya yang patut dijaga. Terutama untuk mengingat perjuangan pahlawan yang berperang dengan menggunakan bambu runcing.
" Dulu bambu digunakan untuk perang, tetapi sekarang bambu bisa membawa kedamaian melalui lantunan musik yang dihasilkan dari Angklung," jelasnya.
Sejarah angklung yang sudah lama juga menarik UNESCO untuk menjaga kearifan budaya dengan mengangkat angklung sebagai salah satu warisan budaya di 2010 lalu.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.