DALAM rangka memperingati hari pahlawan yang jatuh di setiap 10 November, tak ada salahnya jika mampir sejenak ke museum bersejarah untuk mengenang jasa dan darah para pahlawan yang gugur saat memperjuangkan Tanah Air.
Museum Perumusan Naskah Proklamasi misalnya, tanpa adanya teks ini, maka Indonesia tidak akan merdeka. Itu perjuangan yang sangat luar biasa, belum lagi di sinilah, naskah itu dibuat, diketik, dan dibacakan melalui radio di kediaman Laksamana Muda Tadashi yang sekarang menjadi museum.
Sebelum diduduki oleh Laksamana Muda Tadashi, gedung ini sudah didirikan pada tahun 1920 yang diarsiteki orang Belanda bernama JFL Blankernberg dengan gaya bangunan Art Deco.
Tak heran suasana ala Belanda terasa sekali saat melihat gedung ini. Hak miliki gedung ini sudah banyak bergantian dari mulai digunakan oleh PT Asuransi Jiwasraya dan Britisih Consul, hingga digunakan Jenderal Jepang.
“Rumah ini juga dulunya digunakan sebagai markas tentara juga saat Tadashi datang ke Indonesia,“ jelas Wahyuni sebagai edukator kepada Okezone.
Dikarenakan kekalahannya, akhirnya Tadashi mengizinkan Soekarno, Mohammad Hatta dan para pejuang lainnya untuk merumuskan naskah proklamasi di sini, sehingga bisa dilihat di bagian ruang pertemuan yang berada di sisi kiri.
Di sana ada diorama Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ahmad Soebardjo yang sedang terlihat berunding bersama untuk membuat naskah proklamasi kemerdekaan.