Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kesultanan Buton Mengambil Sumpah di Batu Serupa Kelamin Wanita

Erika Kurnia , Jurnalis-Minggu, 30 Oktober 2016 |10:15 WIB
Kesultanan Buton Mengambil Sumpah di Batu Serupa Kelamin Wanita
Batu Popaua (foto: Erika/Okezone)
A
A
A

BUTON adalah salah satu daerah di Indonesia yang memiliki sejarah kesultanan sejak beabad-abad silam. Hampir seluruh raja dan sultan Buton terpilih diambil sumpahnya dengan cara yang sakral dan unik. Salah satu prosesi yang penting dilalui setiap calon pemimpin adalah bersumpah di atas batu-batu pelantikan.

Dari sekira empat batu pelantikan yang ada di kompleks Benteng Wolio Kesultaan Buton, Batu Popaua adalah salah satunya. Batu tersebut berbentuk oval dengan lubang memanjang dan dalam membentuk lubang dalam setinggi lutut. Batu tersebut kini dipagari dan dilindungi atap agar dapat dilihat wisatawan.

La Ode Muhammad Adam Vatiq, pemuda keturunan sultan yang menjadi pemandu wisata di situs sejarah tersebut, mengakui bahwa batu tersebut terlihat serupa dengan kelaminta wanita. Meski tidak diketahui mengapa, ada sejarah yang membuatnya menjadi tempat setiap calon pemimpin Kesultanan Buton disumpah.

“Kesultanan Buton dipimpin oleh 6 raja dan 38 sultan sampai periode kemerdekaan. Selama itu, hanya ada satu pemimpin wanita yang juga menjadi pemimpin pertama di Buton, yaitu Raja Putri Waa Kaa Kaa,” tuturnya saat Okezone menemuinya di Bau-Bau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, beberapa waktu silam.

Masyarakat percaya bahwa batu tersebut adalah tempat pertama raja putri meletakkan kakinya di Tanah Wolio (Buton). Namun, kaki sang raja putri pernah terjepit di tempat itu. Untuk melepaskan diri, raja putri menarik pohon yang berdaun seperti payung di dekatnya. Setelah selamat, ia pun membuat janji di sana.

“Batu Popaua kemudian dijadikan batu untuk pengambilan sumpah. Prosesinya hampir sama dengan yang dialami Raja Putri Waa Kaa Kaa, dilakukan dengan memasukkan kaki kiri dan kaki kanan calon pemimpin Buton satu per satu sambil diputarkan payung oleh Sio Limbona atau sembilan menteri yang punya hak untuk menyumpah setelah dilantik di Batu Peropah,” terangnya.

Dalam prosesnya, calon raja atau sultan harus menghadap kiblat dan diputarkan paying khusus ketika sumpah diambil. Dilanjutkan, La Ode Vatiq, sumpah harus dipatuhi baik oleh penyumpah dan yang disumpah. Ketika sumpah dilanggar, tujuh keturunan akan mendapat kutukan.

Sumpah untuk pengambilan gelar, menurut La Ode Vatiq, kira-kira berbunyi, “Semua unsur yang ada (air, tanah, kayu, api) di Buton adalah milikmu dan harus digunakan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan bersama”. Baru setelah itu dibilang, “Kamu La Ode”. La Ode adalah gelar batin kepemimpinan yang didapat setelah sifatnya diamati sejak kecil.

“Proses ini bisa dikaitkan dengan batu yang berbentuk seperti alat kelamin wanita. Jadi, calon sultan atau raja ibarat baru lahir dari seorang rahim wanita setelah disumpah,” simpul La Ode Vatiq, sambil menambahkan bahwa sumpah tersebut akan batal ketika raja atau sultan melakukan kesalahan atau maksiat.

Uniknya lagi, sebelum sampai ke Batu Popaua, calon raja atau sultan harus dimandikan dengan air yang diambil dari Batu Wolio atau Batu Gandangi untuk ‘petirtaan’. Sebelum dilantik, tujuh anak putri diminta memandikan calon raja atau sultan yang dibedaki dengan 101 daun berbagai rasa (pedas, gatal, dan lain-lain) agar bisa merasakan masalah apapun baik di keluarga maupun masyarakat.

Adapun air yang digunakan untuk menyucikan raja atau sultan menyimbolkan perkawinan yang lahir bukan dari manusia, tapi dari yang Maha Kuasa. Batu tersebut bahkan sebelumnya dianggap terlihat seperti alat kelamin laki-laki. Namun, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, batu tersebut kemudian dipotong.

“Yang jelas, kalau belum pegang Batu Wolio ini, belum sampai ke Buton,” imbuh La Ode Vatiq di akhir tur singkat di kompleks benteng terluas di dunia tersebut.

(Fiddy Anggriawan )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement