Prof Sri menjelaskan, penentuan interval atau jarak pemberian vaksin ini sudah melewati uji penelitian. Jika terlambat lebih dari satu minggu, tentu antibodi untuk melawan virus dengue tidak berguna.
"Kalau vaksinnya terlambat satu hari bukan berarti enggak ada gunanya. Toleransi hanya satu minggu, jika lebih reaksi imun si anak tidak bekerja dengan baik. Sayang kalau terlambat, sudah bayar mahal, enggak efektif mencegah jadinya tetap sakit (terkena DBD-red)," tambahnya.
Seperti diketahui, vaksin dengue pertama di dunia yang kini tersedia Indonesia ini sudah disebar ke 12 negara besar. Anda bisa mendapatkan vaksin DBD di klinik swasta, dokter anak praktik, dan rumah sakit besar ternama.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.