Menjelang Imlek, karyawan yang dipekerjkan bisa mencapai 150 orang. Mereka dibagi-bagi dalam penugasannya. Ada yang mengaduk dodol, membungkus, mengatur tumpukan dodol dan kue sampai dengan menjualnya.
Kue keranjang juga bisa menunjukkan seberapa makmur suatu keluarga. Semakin tinggi kue keranjang yang dimiliki sebuah keluarga, berarti semakin makmur. Dalam penyajian kue keranjang juga sangat unik, biasanya kue keranjang dipotong dan disajikan dalam mangkok. Namun pada perayaan tertentu seperti Imlek, kue keranjang disusun dengan di atasnya diberi kue mangkok yang berwarna merah.
“Sebelum kita memakan makanan lain, diharuskan memakan kue keranjang terlebih dahulu. Karena menurut kepercayaan etnis Tionghoa kue keranjang membawa keberuntungan dan kemakmuran,” jelas Ny. Lauw.
Banyak olahan yang bisa dibuat dari kue keranjang, sebelum dimakan bisa potong tipis-tipis dan digoreng menggunakan tepung telur. Atau terlebih dahulu dijemur, setelah keras bisa diolah menjadi bubur. Nah, rasanya untuk ngemil-ngemil sore hari sambil nonton televisi kita bisa menikmati kue khas Tangerang ini.
(Santi Andriani)