Menurut Natalia, destinasi wisata berbasis mangrove masih minim tersedia di Kalbar. Padahal potensi yang tersedia cukup besar. Setelah Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah, dia berharap Singkawang dapat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata mangrove.
"IKBS dapat menjadi pelopor pengembangan destinasi wisata mangrove di Kota Singkawang. Dengan perencanaan pengelolaan yang baik, sangat memungkinkan kawasan Kuala dapat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata mangrove ke depan sesuai dengan target Sapta Pesona Kalbar," terangnya.
Sementara itu, Manajer Program Kalbar WWF-Indonesia, Albertus Tjiu yang turut hadir dalam acara ini mengatakan sangat mendukung upaya penyelamatan kawasan mangrove pesisir utara Kalbar.
Hal ini bersinergi dengan strategi WWF untuk mendorong penyelamatan, pelestarian dan pengelolaan kawasan Perisai Hijau Kalbar secara multipihak.
"Ide untuk menggerakkan komunitas pemuda dalam restorasi dan pembersihan kawasan mangrove adalah sesuatu yang perlu kita apresiasi dengan baik, sehingga perlu didukung lebih banyak pihak," katanya.