"Sejak peringatan Hari Bumi lalu, kita sudah bergandengan tangan dengan WWF, Pemkot Singkawang, dan komunitas pemuda untuk menanam mangrove sebanyak 1.350 bibit," ujarnya. Menurut pria yang akrab disapa Olan ini, komunitas ini memandang perlu menindaklanjuti aksi momentum tersebut dengan tetap mengusung tema yang sama, “Kita Peduli, Kita Beraksi”.
"Kondisi hutan mangrove di pesisir Kuala Singkawang Barat cukup memprihatinkan. Banyak sampah plastik yang terperangkap di kawasan tersebut," terangnya.
Dengan demikian ia berharap kawasan mangrove Kuala dapat menjadi destinasi wisata untuk kepentingan pendidikan di Kota Singkawang.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Kalimantan Barat, Natalia Karyawati, mengapresiasi terobosan yang dilakukan komunitas ini.
"Kegiatan ini wujud nyata dalam merealisasikan butir-butir dalam unsur sapta pesona untuk meningkatkan sadar wisata bagi pengembangan wisata berbasis masyarakat," ucapnya.