Selain itu, kelangkaan tenaga kerja di Raja Ampat membuat biaya operasional semakin mahal. Satu-satunya cara adalah dengan melakukan percepatan infrastruktur seperti, pembangunan bandara, pelabuhan, serta alat-alat angkut yang memadai.
“Tidak usah jauh-jauh ngomongin bbm. Pasokan air bersih yang ada disini itu semua murni dari air galon. Dipasok dari Sorong dengan harga Rp50 ribu, setelah masuk Raja Ampat harganya melambung 2 kali lipat,” jelasnya.
Melihat hal tersebut, Edi menghimbau pihak Kementerian Pariwisata untuk serius mendukung pembangunan yang berorientasikan nasional.
Menurutnya, peningkatan infrastruktur di Raja Ampat sudah mulai terasa, tetapi pergerakannya sangat pelan karena belum serius.
“Mungkin “mereka” masih mementingkan daerah masing-masing. Kami merasa jadi terkotak-kotakkan dan implementasinya masih cenderung kedaerahan,” tutupnya.
(Johan Sompotan)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.