Kulit putih belum tentu sehat. Terdapat perbedaan tipis antara kulit putih dan pucat. Orang yang memiliki kulit pucat mungkin terkena anemia, atau biasa disebut kurang darah.
Sel darah merah diperlukan tubuh membawa oksigen untuk diproses menjadi energi tubuh. Apabila karena satu dan lain hal jumlah sel darah merah kurang, orang akan mengalami anemia. Mereka yang mengalami anemia umumnya memiliki kulit dan selaput mata yang pucat, mudah lemas dan lelah, sering mengalami pusing dan sakit kepala, serta rentan pingsan.
Selain itu, kulit putih pun lebih rentan terbakar dan mengalami kerusakan akibat sinar matahari lebih parah dibandingkan dengan kulit gelap. Sinar ultraviolet dari matahari diketahui dapat menyebabkan kerutan, flek, hingga kanker kulit.
Kulit mengandung pigmen melanin yang berfungsi memberikan warna pada kulit. Kulit putih mengandung lebih sedikit pigmen melanin daripada kulit gelap. Meskipun memberikan warna yang dianggap kurang bersih pada kulit, fungsi melanin tidak dapat dipandang sebelah mata. Pasalnya, melanin berperan sebagai tameng kulit terhadap buruknya efek sinar matahari. Oleh karena itu, semakin banyak melanin yang terkandung dalam kulit, maka semakin baik perlindungan yang dimiliki oleh kulit. Karenanya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang kulit putih lebih cepat mengalami keriput, dan lebih rentan terkena kanker kulit dibandingkan dengan mereka yang berkulit lebih gelap.
Maka dari itu, bersyukurlah dengan warna kulit Anda. Meskipun berkulit gelap, bukan berarti Anda tidak dapat tampil sehat dan cantik. Selebriti berkulit gelap –seperti Jennifer Lopez dan Beyonce– selalu dapat tampil menawan dengan kulit sawo matang yang dimilikinya.