Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jajal Nyali Berjalan di Atas Kahyangan Api Bumi Malowopati

Nurul Arifin , Jurnalis-Senin, 19 September 2016 |16:15 WIB
Jajal Nyali Berjalan di Atas Kahyangan Api Bumi Malowopati
Berjalan di atas api (Foto: Nurul Arifin)
A
A
A

Juli, salah satu juru kunci di Kahyangan api mengatakan, bahwa lokasi ini sudah ada sejak zaman kerajaam Majapahit.

Di tempat ini dijadikan sebagai sarana pertapa bagi seorang Empu bernama Empu Supadati yang merupakan saudara kembar dari Empu Supa dari kerjaan Majapahit.

Empu Supadati ini memiliki keahlian membuat benda-benda pusaka, mulai dari Keris, Tombak dan lain-lain.

Dalam membuat keris, Empu Supadati memanfaatkan nyala api abadi untuk menempa besi. Konon katanya, karena kesaktian dari Empu Supadati, besi setelah dipanaskan dengan api abdi tersebut tidak dipukul-pukul untuk membentuk menjadi sebilah keris melainkan hanya dipijat-pijat saja.

Sebelumnya, besi tersebut dicelupkan ke dalam aliran sungai yang tak jauh dari lokasi Kahyangan Api. Aliran tersebut sampai saat ini masih terlihat dan mengandung aroma belerangan yang cukup kuat.

Sumber air yang dikenal dengan nama Sumur Blekutuk tersebut berada di dekat pohon dengan dua akar berjarak sekitara 100 meter ke arah utara.

"Mpu Supa di majapahit punya saudara kembar namanya Mpu Supadati yang juga pintar dalam membuat keris. Dia membuat keris di sini," katanya kepada Okezone saat berkunjung di Kahyangan Api, belum lama ini.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement