Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Sukses Daniel Mananta Usung Patriotisme Modern hingga Mancanegara

Vessy Frizona , Jurnalis-Senin, 15 Agustus 2016 |11:34 WIB
Kisah Sukses Daniel Mananta Usung Patriotisme Modern hingga Mancanegara
Daniel Mananta (Foto: Afiza/Okezone)
A
A
A

Terakhir, apa target ''Damn! I Love Indonesia'' ke depannya? Baik dari segi bisnis dan Indonesia?

"Terpenting harus terus menjadi trend. Target market kami sudah jauh di atas yang ingin dicapai. Sekmen market kami anak muda usia 17-25 tahun, usia saya sudah jauh di atas itu. Saya sekarang ingin memudakan lagi tim, baik desain marketing, dan semua lini yang ada. Karena kami butuh ide-ide mereka. Pekerja tua akan menjadi leader, yang muda mencari ide segar.

Sebagai leader sekaligus owner saya ingin menanamkan misi dan menyamakan suara bahwa kalau ''Damn! I Love Indonesia'' bertujuan mempromosikan budaya dan pratriotisme modern sehingga ada satu benang merah. Seluruh jajaran dari office boy, pergudangan, staf, dan sub leader di semu divisi memiliki satu visi-misi. Membuat sistem kultur leader to creat leader. Bless to became blessing.

Kalau dari segi brand, saya ingin pandangan daya beli masyarakat tidak lagi melabeli produk Indonesia murah dan murahan. Walau tak semahal brand luar, tapi engga murah sampai Rp100 ribu dapat tiga. Banyak yang bertanya, kenapa ''Damn! I Love Indonesia'' cuma ada di mal kelas A? Kapan buka di ITC/Tanah Abang? Sejujurnya, sudah banyak yang menawarkan untuk membuat secound line buat sasaran market kelas C/D, pastinya untung akan lebih besar. Tapi, saya engga mau karena targetnya bukan duit. Cinta indonesia bukan berarti harus murahan terus. Apabila mereka belinya mahal, barangnya pasti dirawat. Sedangkan yang Rp100 ribu dapat 3, ujung-ujungnya jadi kain pel.

Lifestyle berubah terus. Kebiasaan konsumen juga berubah. Jangan sampai kita jadi sebuah brand yang dulu pernah keren. Kita akan buat keren terus. Keep up with time, top of mind, dan menjadi produk indonesia yang paling mewakili di dunia di mancanegara. Semoga lebih banyak lagi anak muda yang jalan-jalan ke luar negeri, dan di luar negeri pakai baju ''Damn! I Love Indonesia''.

Pada akhir sesi wawancara, Daniel mengajak anak muda untuk mengoreksi diri. "Yuk, evaluasi diri kita. Apakah yang kita lakukan saat ini sudah worth it untuk membayar perjuangan pahlawan?"

(Vien Dimyati)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement