Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kesederhanaan, Kunci Sukses Rudy Hadisuwarno Membangun Usaha

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Rabu, 10 Agustus 2016 |14:19 WIB
Kesederhanaan, Kunci Sukses Rudy Hadisuwarno Membangun Usaha
Kesuksesan Rudy Hadisuwarno (Foto: Dimas Fikri)
A
A
A

SIAPA yang tidak mengenal Rudy Hadisuwarno? Maestro Tata Rambut Indonesia ini, merupakan salah contoh kesuksesan anak bangsa yang telah diakui oleh dunia Internasional.

Rudy Hadisuwarno memang telah menjadi ikon tersendiri di dunia tata rambut di dalam maupun luar negeri. Ratusan salon miliknya telah tersebar di setiap sudut kota di seluruh Indonesia. Maka tak ayal, jika predikat Maestro Tata Rambut Indonesia, sangat pantas untuk disandangnya.

Selain itu, sosoknya tidak hanya dikenal sebagai penata rambut profesional saja. Ia juga aktif sebagai pengajar dan pengembang jaringan pendidikan tata rambut di Indonesia. Hal ini dilakukan Rudy, berkat kecintaannya terhadap dunia tata rambut. Untuk mengetahui lebih dalam, perjalanan karier Rudy Hadisuwarno, Okezone telah melakukan wawancara eksklusif dengan Maestro Tata Rambut Indonesia tersebut. Dan berikut hasil wawancara eksluksif Okezone terkait kunci sukses karier Rudi Hadisuwarno di dunia salon dan tata rambut.

Bisa diceritakan awal mula mas Rudy membangun bisnis hairstylist ini? Tantangan apa saja yang sudah pernah dialami selama bergelut di dunia tata rambut?

Waktu itu saya sedang membutuhkan uang untuk membayar kuliah. Lalu saya berpikir, pekerjaan apa yang dapat saya kerjakan paruh waktu sambil kuliah. Kebetulan pada saat itu ibu saya membuka sebuah salon di rumah. Berawal dari pengalaman itulah saya mulai belajar untuk memotong rambut yang baik dan benar, tidak hanya kepada ibu saya, namun juga kepada salah satu legenda hairstylist di Jakarta.

Setelah 3 tahun usaha ini berjalan, saya dihadapkan oleh suatu kenyataan, dimana saya harus memilih usaha atau kuliah saya. Setelah berpikir panjang, akhirnya saya memilih untuk melanjutkan usaha gunting rambut kecil-kecilan ini. Karena saya pikir, kuliah masih bisa disambung lagi di lain kesempatan, asalkan masih ada niat belajarnya. Jadi pada saat itu saya fokus dengan kesempatan yang ada di depan mata saya, yaitu mengembangkan usaha gunting rambut.

Tantangan itu pasti ada, tapi saya memaknainya sebagai proses pendewasaan diri. Pertama kali saya membuka usaha gunting rambut ini, saya meminjam ruang tamu orangtua saya. Karena sudah mulai berkembang, saya kembali meminjam garasi mobil ayah saya, dan sampai akhirnya saya bisa membuka cabang di berbagai tempat.

Ilmu gunting rambut di Indonesia itu sangat terbatas. Saya memutuskan untuk bersekolah ke luar negeri untuk menambah ilmu saya. Biayanya saya kumpulkan dari uang hasil salon yang saya buka di garasi rumah saya. Setelah pulang ke Indonesia, saya baru memperdalam seni gunting rambut yang memadukan beberapa pengalaman saya ketika belajar dari luar negeri. Dari pengalaman itulah saya meyakini diri bahwa dunia tata rambut adalah cita-cita saya.

Selama perjalanan karier apa sih momen-momen yang paling berharga bagi mas Rudy?

Yang namanya usaha pasti ada jatuh bangunnya, tapi kita harus bangkit lagi. Satu hal yang membuat saya bahagia menjalani karier ini adalah ketika saya mendapatkan panggilan untuk berbagi kepada teman-teman yang lainnya. Saya selalu berpikir, berinovasi itu bukan berarti akan kita pakai sendiri, inovasi harus bisa dinikmati dan digunakan oleh semua orang. Ketika mereka bisa mengimplementasikannya dengan baik dan dapat mendatangkan sebuah manfaat bagi diri mereka masing-masing, itu adalah hal paling membahagiakan untuk saya.

Bagaimana cara mas Rudy melihat persaingan saat ini, dimana sudah banyak brand-brand dari luar yang mulai masuk ke Indonesia?

Saya sadar, persaingan itu semakin hari semakin besar karena negara kita semakin maju, gaya hidupnya juga semakin berkembang. Salah satu cara saya untuk bertahan adalah melakukan sesuatu yang inovatif. Kalau kita berhenti berinovasi berarti sudah siap untuk mundur. Tahun 2016 ini kami akan melakukan ekspansi di bidang barber shop. Sejak tahun 2015 lalu kami sudah mencobanya dengan Maxx by Rudy Hadisuwarno di berbagai kota di Pulau Sumatera. Untuk tahun ini kami akan membangun Rudy Hadisuwarno Barber shop. Sekarang kan makin banyak wanita yang mengenakan jilbab, sehingga mereka tidak nyaman kalau ada pria di salon. Oleh karena itu, kami membuka barber shop khusus pria yang dikerjakan oleh pria semua. Jadi nanti, Salon Rudy Hadisuwarno nanti hanya diperuntukkan wanita saja.

Sudah hampir 48 tahun mas Rudy bergelut di bisnis ini, bagaimana cara untuk mempertahankan hal tersebut?

 

Kuncinya adalah Kesederhanaan. Harus dibedakan profesi dan pribadi. Di profesi mungkin kita bisa terlihat seperti “orang-orang diatas” tapi kehidupan pribadi harus tetap sederhana. Jangan sampai pribadi kita rusak karena prestasi kita. Yang sulit adalah ketika prestasi kita sedang berada di puncak, bagaimana kita mempertahankan pribadi kita agar tetap sederhana. Hal itu ada kaitannya dengan pandangan hidup, dan iman. Ketika kita sudah bisa memahami itu dengan benar, kita tidak akan menjadi sombong dan berlebihan. Karena banyak individu yang rusak karena gaya hidup. Contoh kecil, kalau saya sedang berada di lingkungan artis, otomatis saya akan berpenampilan seperti mereka. Namun, ketika sudah di rumah saya akan kembali ke ‘wujud’ asli saya sebagai orang yang sederhana.

Sampai kapan  mas Rudy akan menggeluti bidang ini, mengingat sudah banyak generasi-generasi muda yang bermunculan?

Hal itu sebenarnya sudah saya sikapi. Tetapi dibutuhkan suatu proses, agar ketika saya sudah tidak benar-benar menggeluti bidang ini, saya sudah memberikan sebuah warisan yang baik bagi para generasi-generasi muda. Kalau dulu saya masih aktif di salon, sekarang yang di salon itu yang muda-muda saja. Saya hanya membimbing mereka. Fokus saya sekarang hanya menciptakan inovasi-inovasi baru dan membagikan ilmu melalui seminar-seminar.

Sebentar lagi kita akan memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ke-71. Apa pesan mas Rudy untuk generasi-generasi muda Indonesia kedepannya?

Sekian tahun kita sudah merdeka, sudah banyak yang kita capai. Kemajuan negara ini pun sudah jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, kembali lagi kita harus tahu batasan-batasan kita. Kita adalah orang Indonesia dengan kepribadian Indonesia. Jadi jangan sampai kita terbawa-bawa kebudayaan bangsa lain. Rasa nasionalismenya harus kita jaga sebaik mungkin.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement