“Kedua sikon ini sama beratnya, di situ dokter akan menimbang atau mengukur risiko-risiko yang akan dihadapi ibu hamil. Artinya risiko dan manfaat dari obat-obatan yang akan diberikan benar-benar dikaji,” ujarnya.
Meski begitu, Nurmiati menambahkan, ada kasus perempuan dengan bipolar yang menjalani kehamilan dengan lancer dan bayi lahir dengan selamat.
Sebagai informasi tambahan, setelah melahirkan, ada situasi dimana sang ibu juga harus waspada dengan baby blues syndrome. Nah, kondisi emosi yang fluktuatif ini ternyata dapat memicu post partum depression, yang berujung memicu bipolar pada si ibu, meski pada awalnya kondisi ibu normal, artinya sama sekali tidak ada gangguan bipolar.
Pada kondisi pasien yang seperti ini menurut Nurmiati, akan tetap diberikan obat. Tapi, mengingat sang ibu juga akan menyusui, maka ada teknik tertentu yang akan diberlakukan, agar sang ibu bisa tetap menyusui si kecil.
(Fransiskus Dasa Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.