MEMILIH produk jeroan sapi perlu ekstra teliti. Jika salah pilih, khawatir rasa masakan jadi tidak enak dan mengganggu kesehatan.
Karena itu simak 4 tips jitu berikut memilih jeroan sapi segar, seperti disarikan dari buku Panduan Praktis Memilih Produk Daging Sapi, karya Ir. Burhan Bahar, Selasa (19/7/2016).
Aroma
Tolak ukur jeroan segar bisa dilihat dari aroma yang keluar. Tentu saja, jeroan segar pastinya tidak mengeluarkan bau tak sedap. Hidung kita sudah cukup terlatih untuk membedakan mana bau amis normal dan tidak normal.
Warna
Jeroan sapi segar umumnya berwarna merah segar. Namun ada sejumlah jeroan yang punya warna tersendiri dan harus teliti ketika memilihnya.
Semisal putih kekuningan dan tampak bersih untuk jeroan babat, urat dan usus. Jika warna jeroan ini tampak kusam kecokelatan dan berbau tak sedap, artinya produk jeroan sudah tidak segar lagi.
Ginjal dan hati
Warna merah gelap segar mengkilap untuk ginjal dan hati. Khususnya ginjal, jika warnanya terlalu gelap, ini menandakan sudah tidak segar. Kemudian agak susah untuk mencirikan hati sapi segar. Pasalnya warna hati sapi bisa berbeda karena pakan yang dikonsumsi. Oleh karena itu pilih hati sapi yang warnanya tampak normal dan tidak mencurigakan. Kemudian cium aroma yang keluar, jangan sampai pilih hati sapi yang sudah mengeluarkan bau busuk atau amis berlebih.
Paru
Untuk paru sapi yang segar, pilih yang masih berwarna cokelat muda atau cokelat tua. Jangan pilih paru yang terlalu gelap, dan ini merupakan ciri paru sudah tidak segar lagi.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.