Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menjelajahi Kediaman Hewan Purba Terbesar di Indonesia

Utami Evi Riyani , Jurnalis-Rabu, 25 Mei 2016 |18:42 WIB
Menjelajahi Kediaman Hewan Purba Terbesar di Indonesia
Menjelajahi kediaman hewan purba di Indonesia (Foto: Utami Riyani)
A
A
A

LABUAN BAJO tak hanya menawarkan keindahan. Tetapi, memiliki habitat hewan purba yang tersisa di Indonesia.

Mungkin sudah tahu bahwa hewan yang dimaksud adalah Komodo. Ya, Komodo merupakan salah satu hewan purba yang hidup sampai saat ini. Uniknya, Komodo hanya ada di Indonesia, tepatnya di Kepulauan Komodo.

Baru-baru ini, tim Okezone berkesempatan mengunjungi Pulau Komodo dan menyaksikan keberadaan komodo di pulau ini.

Untuk mengunjungi Pulau Komodo, kita harus menaiki kapal dari Labuan Bajo. Jika menggunakan speedboat, kita bisa mencapai Pulau Komodo dalam waktu sekira 1,5 jam.

Sesampainya di Pulau Komodo, kami ditemani oleh ranger bernama Usman yang telah 10 tahun menggeluti profesi ini. Pak Usman pun membawa kami berjalan-jalan dari depan dermaga.

Menurutnya, ada beberapa titik di Pulau Komodo yang memungkinkan pengunjung dapat menemukan Komodo. Titik-titik tersebut meliputi short trek, medium trek dan long trek.

Benar saja, tidak membutuhkan waktu lama, kami langsung menemukan seekor Komodo yang tengah bersantai di dekat bangunan.

Jika dilihat, Komodo berukuran cukup besar ini seperti sedang tidur. Tetapi Pak Usman mengungkapkan hal lain.

“Ini bukan tidur. Ini trik untuk menangkap mangsa, mangsanya termasuk manusia. Mereka pura-pura tidur, malas, tiba-tiba bangun dan menyerang,” ujar Pak Usman menjelaskan cara Komodo menjebak mangsanya.

Menurut Pak Usman, Komodo senang memangsa hewan-hewan yang ada di sekitarnya, termasuk rusa, babi hutan dan jenis daging lainnya.

Kami pun melanjutkan perjalanan untuk menemukan Komodo yang lainnya. Hanya beberapa langkah dari tempat pertama, kami kembali melihat seekor Komodo yang berdiam diri di bawah pohon. Sekali lagi, buaya ini tidak tidur, melainkan menanti kedatangan mangsa.

Berbeda dengan Komodo pertama, Komodo yang satu ini lebih sulit dikenali jika kita tidak jeli. Pasalnya, warna kulitnya hampir sama dengan tanah dan dedaunan kering yang ada di bawah pohon.

Pak Usman mengatakan usia Komodo ini sekira 40 tahun yang menandakan hewan ini sudah terlihat tua. Hal ini dapat terlihat dari ciri fisiknya yang memiliki kulit keriput dan gerakan yang tak lagi semangat.

Menurut Pak Usman, seekor Komodo tidak akan berburu dengan mengajar mangsa. Tetapi menunggu sampai mangsa itu mendekat ke sekitarnya.

“Komodo tidak bisa berburu mangsa. Dia hanya menunggu Komodo muda berburu rusa,” kata Pak Usman.

Ia juga mengingatkan pengunjung untuk selalu waspada jika berada di dekat Komodo. Karena hewan ini cukup buas dan berbahaya, pengunjung harus selalu didampingi oleh ranger atau pawang.

Biasanya, ranger membawa kayu bercabang yang akan digunakan untuk menghindari serangan Komodo yang lapar.

Di Pulau Komodo sendiri, ada sekira 2.919 ekor Komodo yang hidup di dalam hutan. Menurut Pak Usman, ini adalah habitat Komodo terbesar di Nusa Tenggara Timur.

(Johan Sompotan)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement